Selasa, 08 Mei 2012

Masa Rasionalisme dan Berbagi Reaksi pada Sejarah Bangsa Inggris

Prestasi-prestasi yang dalam masa ini dikenal sebagai ”abad akal-fikiran” (The Age of Reason). Maka timbul keyakinan bahwa jika manusia menaruh kepercayaan pada daya akal dan ilmu pengetahuan alam, dengan demikian manusia akan bisa menentukan nasibnya sendiri. “Rasionalisme” atau keyakinan optimis tentang segala aspek yang kehidupan yang mencakup bidang pemerintahan, pendidikan, agama, hukum, dan lembaga yang ada di teliti secara rasional. Terlebih di Perancis gerakan rasionalis ini sangat kuat karna dipimpin oleh sekelompok cendikiawan dan penulis brilian yang dikenal sebagai kaum ”philosophes”, seperti Voltaire, Montesquieu, dan Diderot. Gagasan yang dilontarka oleh para “philosophes” ini akirnya menyebabkan adanya Revolusi Perancis. Di Inggris “Ratio” tampak dalam berbagai aspek kehidupan di negri itu. Dalam bidang pemikiran, pengaruh John Locke, yang megombinasikan rasionalisme dan empirisme, yaitu keyakinan akan keindraan (sense of experience). Di bidang soslial dan politik, rasionalisme tampak dalam keyakinan dan hak hakiki manusia. Faham serupa meliputi pula bidang ekonomi, yang dikenal sebagai ”Liberalisme Ekonomi” . Faham ini pun percaya bahwa ekonomi memiliki hukum-hukumnya tersendiri yang dapat mengatur dan memajukan bidang ini. Dalam bidang kesusastraan pengaruh rasionalime terasa dalam karya sastra yang dihasilkan akir abad ke-17 sampai pertengahan abad ke-18. Dalam karya itu intelek lebih dominan daripada perasaan, isinya berupa ulasan dan satire yang lebih mengarak ke bidang intelek daripada curahan perasaan. Sekitar abad ke-18 mulai tampak reaksi akibat faham terhadap akal-fikiran atau rasionalisme ini. Reaksi mula-mula tampak di bidang agama karna Gereja Anglikan menjadi terlalu rasional dan ”kering”. Bagi golongan bawahan dan sementara rohaniwan dalam keadaan gereja anglikan yang seperti itu tidak memberikan kepuasan spirituil dan emosionil. Maka timbulah reaksi berupa kegiatan keagamaan yang terkenal dengan sebutan ”Methodisme”. Gerakan ini di pelopori dan di pimpin oleh kakak beradik, yaitu John Wesley dan Charles wesley, dan lebih menitik beratkan kepada kotbah  dan mengajak umat untuk mengalami kelahiran kembali  melalui pemersatuan dengan Tuhan. Dibidang politik dan sosial, reaksi rasionalisme dirumuskan oleh Edmud burke dalam karyanya ”Reflection on the Revolution in France” . Dibidang kesusastraan dan kesenian pada umumnya, reaksi terhadap rasinalisme terwujud dalam suatu gerakan yang terwujud dalam suatu gerakan yang dikenal sebagai ”Gerakan Romantik”. Sekali lagi emosi dan spontanitas yang dikalahkan oleh intelek dan kaedah-kaedah, memperoleh tempat utama dalam kreasi seni. Salah satu dari ciri gerakan romantik adalah rakyat yang masih bersahaja dan sejarah pribumi dan alam liar yang menjadi sumber inspirasi. Di Inggris William Wordsworth dan Samuel Taylor Coleridge adalah pelopor ternama gerakan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar