Prestasi-prestasi yang dalam masa
ini dikenal sebagai ”abad akal-fikiran” (The Age of Reason). Maka timbul
keyakinan bahwa jika manusia menaruh kepercayaan pada daya akal dan ilmu
pengetahuan alam, dengan demikian manusia akan bisa menentukan nasibnya
sendiri. “Rasionalisme” atau keyakinan optimis tentang segala aspek yang
kehidupan yang mencakup bidang pemerintahan, pendidikan, agama, hukum, dan
lembaga yang ada di teliti secara rasional. Terlebih di Perancis gerakan
rasionalis ini sangat kuat karna dipimpin oleh sekelompok cendikiawan dan penulis
brilian yang dikenal sebagai kaum ”philosophes”, seperti Voltaire, Montesquieu,
dan Diderot. Gagasan yang dilontarka oleh para “philosophes” ini akirnya
menyebabkan adanya Revolusi Perancis. Di Inggris “Ratio” tampak dalam
berbagai aspek kehidupan di negri itu. Dalam bidang pemikiran, pengaruh John
Locke, yang megombinasikan rasionalisme dan empirisme, yaitu keyakinan akan
keindraan (sense of experience). Di
bidang soslial dan politik, rasionalisme tampak dalam keyakinan dan hak hakiki
manusia. Faham serupa meliputi pula bidang ekonomi, yang dikenal sebagai
”Liberalisme Ekonomi” . Faham ini pun percaya bahwa ekonomi memiliki
hukum-hukumnya tersendiri yang dapat mengatur dan memajukan bidang ini. Dalam
bidang kesusastraan pengaruh rasionalime terasa dalam karya sastra yang
dihasilkan akir abad ke-17 sampai pertengahan abad ke-18. Dalam karya itu
intelek lebih dominan daripada perasaan, isinya berupa ulasan dan satire yang
lebih mengarak ke bidang intelek daripada curahan perasaan. Sekitar
abad ke-18 mulai tampak reaksi akibat faham terhadap akal-fikiran atau
rasionalisme ini. Reaksi mula-mula tampak di bidang agama karna Gereja Anglikan
menjadi terlalu rasional dan ”kering”. Bagi golongan bawahan dan sementara
rohaniwan dalam keadaan gereja anglikan yang seperti itu tidak memberikan
kepuasan spirituil dan emosionil. Maka timbulah reaksi berupa kegiatan
keagamaan yang terkenal dengan sebutan ”Methodisme”. Gerakan ini di pelopori dan
di pimpin oleh kakak beradik, yaitu John Wesley dan Charles wesley, dan lebih
menitik beratkan kepada kotbah dan
mengajak umat untuk mengalami kelahiran kembali
melalui pemersatuan dengan Tuhan. Dibidang
politik dan sosial, reaksi rasionalisme dirumuskan oleh Edmud burke dalam
karyanya ”Reflection on the Revolution in France” . Dibidang kesusastraan dan
kesenian pada umumnya, reaksi terhadap rasinalisme terwujud dalam suatu gerakan
yang terwujud dalam suatu gerakan yang dikenal sebagai ”Gerakan Romantik”.
Sekali lagi emosi dan spontanitas yang dikalahkan oleh intelek dan kaedah-kaedah,
memperoleh tempat utama dalam kreasi seni. Salah satu dari ciri gerakan
romantik adalah rakyat yang masih bersahaja dan sejarah pribumi dan alam liar
yang menjadi sumber inspirasi. Di Inggris William Wordsworth dan Samuel
Taylor Coleridge adalah pelopor ternama gerakan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar